Bisnis Digital

Tanda Website Perusahaan Perlu Diperbarui: 7 Hal yang Bisa Anda Cek Sendiri

TAB
Tim Editorial TAB
Β·Β·4 menit baca
Laptop di atas meja kayu menampilkan halaman depan sebuah website perusahaan di browser, dipakai untuk memeriksa tanda website perusahaan perlu diperbarui

Tanda website perusahaan perlu diperbarui hampir selalu bisa Anda temukan sendiri dalam lima menit. Buka alamatnya dari HP pribadi, pakai kuota, bukan WiFi kantor. Kalau teks baru muncul setelah empat detik, kalau nomor WhatsApp di halaman kontak masih milik karyawan yang sudah resign, atau kalau angka tahun di bagian bawah halaman masih 2021 β€” jawabannya sudah jelas. Perbaikan ringan umumnya Rp1,5–4 juta, sedangkan bangun ulang di kisaran Rp4–12 juta. Yang lebih mahal justru calon pembeli yang keburu menutup halaman sebelum menemukan nomor telepon Anda.

Berikut tujuh tanda yang paling sering muncul saat kami mengaudit website milik klien baru, diurutkan dari yang paling merugikan.

Tujuh Tanda Website Perusahaan Perlu Diperbarui

1. Butuh Lebih dari Empat Detik untuk Terbuka di HP

Ini yang paling mahal sekaligus paling jarang disadari, karena di komputer kantor dengan WiFi kencang semuanya terasa baik-baik saja. Sebagian besar pengunjung website perusahaan di Indonesia datang dari HP dengan sinyal yang naik-turun. Google juga memakai kecepatan versi HP sebagai salah satu penentu peringkat pencarian.

Ukur gratis lewat PageSpeed Insights. Kalau angka Largest Contentful Paint β€” waktu sampai bagian terbesar halaman terlihat β€” lewat empat detik, penyebabnya biasanya sama: foto 5 MB yang diunggah apa adanya dari kamera, ditambah belasan plugin yang tidak pernah dipakai.

2. Isinya Sudah Tidak Sesuai Kenyataan

Alamat kantor yang lama. Produk yang dua tahun lalu berhenti dijual. Nama pimpinan yang sudah berganti. Kelihatannya sepele, tapi akibatnya langsung terasa β€” orang yang terlanjur datang ke alamat lama tidak akan menelepon untuk mengonfirmasi. Mereka menyimpulkan perusahaan Anda sudah tutup.

Tanda ini yang paling murah dibereskan. Sering cukup satu jam kerja.

3. Harus Dicubit dan Digeser agar Teksnya Terbaca

Website yang dibangun sebelum 2018 banyak yang masih memakai tampilan komputer yang sekadar diperkecil di layar HP. Menunya menumpuk, tombolnya terlalu rapat untuk jempol, dan nomor telepon tidak bisa langsung ditekan. Padahal untuk kebanyakan perusahaan di Jawa Timur, tujuh dari sepuluh pengunjung datang dari HP.

4. Pengunjung Tidak Tahu Harus Menghubungi ke Mana

Formulir kontak yang emailnya tidak pernah dibuka lagi termasuk temuan paling sering. Sebuah bengkel alat berat di Waru pernah menunjukkan kotak masuk formulirnya kepada kami: 312 pesan belum dibaca, yang tertua dari 2022. Sekitar sepertiganya permintaan penawaran.

Perbaikannya tidak perlu desain baru β€” cukup tombol WhatsApp yang menempel di layar dan satu nomor yang benar-benar dipegang orang.

5. Browser Menandai Website Anda "Tidak Aman"

Kalau di sebelah alamat website muncul peringatan "Tidak Aman", sertifikat SSL-nya kedaluwarsa atau memang belum pernah dipasang. Sertifikat ini yang membuat data dari pengunjung terkirim dalam bentuk terenkripsi. Chrome menampilkan peringatannya sebelum satu huruf pun dari halaman Anda sempat terbaca.

CMS yang lama tidak diperbarui
Website WordPress yang plugin-nya tidak pernah diperbarui adalah sasaran paling gampang. Pola yang berulang kami tangani: halaman-halaman baru tiba-tiba bermunculan di alamat website perusahaan, berisi promosi judi online. Pemiliknya biasanya baru sadar setelah pelanggan bertanya, atau setelah Google memasang label peringatan di hasil pencarian. Membersihkannya makan waktu berhari-hari, dan nama domain butuh berbulan-bulan untuk dipercaya lagi.

6. Tidak Muncul Saat Nama Perusahaan Sendiri Dicari

Ketik nama lengkap perusahaan Anda di Google. Kalau yang keluar di urutan atas justru profil di direktori bisnis pihak ketiga atau halaman marketplace, sementara website resmi ada di halaman dua, ada yang salah di sisi teknis. Biasanya halaman tidak pernah didaftarkan ke Google Search Console, atau ada pengaturan penahan indeks yang tertinggal sejak masa pembangunan dan lupa dimatikan.

7. Tidak Ada Satu Orang pun yang Bisa Mengubah Isinya

Ini tanda paling serius, meski paling tidak terlihat dari luar. Vendor lamanya susah dihubungi, tidak ada yang tahu password panel hosting, dan domain terdaftar atas nama entah siapa. Selama kondisinya begitu, website Anda tidak bisa diperbaiki maupun dipindahkan β€” hanya bisa dibiarkan sampai masa berlakunya habis.

Cek yang satu ini lebih dulu. Enam tanda sebelumnya tidak ada gunanya dibahas kalau akses ke website-nya tidak Anda pegang.

Diperbaiki atau Dibangun Ulang?

Tidak semua yang terasa jadul perlu dibongkar. Pemisahnya bukan usia website, tapi apakah pondasinya masih bisa dipakai.

Memperbaiki atau membangun ulang website perusahaan

PertimbanganDiperbaikiDibangun ulang
BiayaRp1,5–4 jutaRp4–12 juta
Waktu3 hari sampai 2 minggu3–6 minggu
Dipilih bilaStruktur halaman masih masuk akal, yang usang hanya isi, foto, dan kecepatanTampilan dari era sebelum 2018, CMS tidak bisa diperbarui, atau akses hilang
Risiko peringkat GoogleHampir nol karena alamat halaman tidak berubahBisa turun 1–3 bulan kalau alamat halaman diubah tanpa pengalihan
Yang Anda siapkanTeks revisi dan foto baruTeks lengkap, foto, dan struktur halaman baru

Kisaran pasar 2026 untuk website perusahaan skala UMKM sampai menengah. Biaya bangun ulang umumnya sudah termasuk domain dan hosting tahun pertama.

Kalau setelah dicek ternyata memang perlu dibangun ulang, rincian isi pekerjaan di tiap kisaran harga ada di halaman paket website kami.

Menurut pengalaman kami, sebagian besar website yang dikeluhkan "kelihatan jadul" sebenarnya tidak perlu dibongkar. Yang bikin pemiliknya risih biasanya font dan warna, sementara yang bikin pengunjung pergi adalah kecepatan dan nomor kontak yang salah. Dua hal terakhir itu bisa dibereskan dalam seminggu, dengan biaya di bawah Rp3 juta.

Sisi sebaliknya juga ada. Bangun ulang selalu membawa risiko β€” alamat halaman yang berubah tanpa pengalihan otomatis ke alamat baru bisa menghapus peringkat yang Anda kumpulkan bertahun-tahun. Kalau website lama sudah rutin mendatangkan permintaan penawaran dari Google, minta vendor menyertakan daftar pengalihan dari alamat lama ke alamat baru, dan pastikan itu tertulis di penawaran, bukan janji lisan.

Kalau Anda ingin daftar temuan ini dicek orang luar sebelum anggaran diputuskan, bawa alamat website Anda ke sesi konsultasi gratis lewat halaman layanan website Sidoarjo. Untuk perusahaan yang berkantor di Surabaya, jalurnya lewat layanan website Surabaya. Setengah jam biasanya cukup untuk tahu ini pekerjaan seminggu atau proyek sebulan.

Berapa lama sekali website perusahaan sebaiknya diperbarui?+
Isinya β€” harga, produk, foto proyek β€” sebaiknya disentuh tiap 3–6 bulan. Pembaruan keamanan CMS dan plugin idealnya bulanan, dan justru ini yang paling sering dilewatkan. Tampilan tidak perlu diganti secepat itu; 3–4 tahun masih wajar selama masih nyaman dibuka di HP.
Apakah mengganti tampilan website bisa membuat peringkat Google turun?+
Bisa, dan penyebabnya hampir selalu sama: alamat halaman berubah tanpa pengalihan ke alamat baru. Kalau isi dan alamat halaman dipertahankan, penurunannya kecil dan biasanya pulih dalam 4–8 minggu. Minta vendor menyiapkan daftar pengalihan sebelum website baru ditayangkan, bukan sesudah.
Website lama dibuat vendor yang sekarang tidak bisa dihubungi. Masih bisa diperbarui?+
Tergantung apa yang masih Anda pegang. Kalau email pendaftar domain masih bisa diakses, domain hampir selalu bisa diambil alih. Kalau tidak, biasanya lebih cepat mendaftarkan domain baru yang mirip lalu membangun ulang, sambil mengurus domain lama secara paralel. Yang tidak bisa diselamatkan tanpa akses hosting adalah isi website lama, jadi simpan salinan teks dan fotonya sekarang juga.
TAB
Tim Editorial TAB - CV Trengginas Alfath Berkarya

Konsultan IT yang membantu bisnis Indonesia memilih dan mengelola infrastruktur cloud, mengembangkan software, dan memastikan operasional IT berjalan lancar. Berbasis di Sidoarjo, melayani klien di seluruh Jawa Timur dan Indonesia.