Cara Bikin Website Company Profile: 7 Langkah dari Nol sampai Online

Cara bikin website company profile untuk bisnis kecil dan menengah sebenarnya tidak rumit: kumpulkan isi dulu, baru pikirkan tampilan. Ada tujuh langkah, dari menyiapkan bahan sampai mendaftarkan situs ke Google. Lewat vendor, lima halaman inti biasanya selesai dalam dua sampai empat minggu dengan biaya mulai Rp1,5 juta, sudah termasuk domain dan hosting tahun pertama. Kalau bikin sendiri, siapkan sekitar Rp1β2 juta per tahun ditambah beberapa akhir pekan.
Satu hal yang jarang disampaikan: proyek company profile hampir tidak pernah molor karena urusan teknis. Molornya karena teks halaman Tentang Kami belum juga ditulis di minggu ketiga.
Sebelum Mulai, Jawab Satu Pertanyaan Ini
Siapa yang akan membuka website ini, dan apa yang Anda harap mereka lakukan setelahnya?
Untuk pabrik kemasan plastik di Sidoarjo, pembukanya biasanya staf pembelian dari perusahaan lain. Mereka ingin memastikan pabrik Anda nyata: ada alamat, foto mesin, kapasitas produksi, dan legalitas. Untuk klinik gigi di Surabaya, pembukanya pasien yang mencari jam praktik dan nomor WhatsApp, sering sambil berdiri di parkiran. Keduanya disebut company profile, tapi isi dan urutan halamannya berbeda jauh. Tulis jawaban Anda dalam satu kalimat, lalu pakai kalimat itu untuk menilai setiap keputusan berikutnya.
Cara Bikin Website Company Profile dalam 7 Langkah
1. Kumpulkan isi dalam satu folder
Sebelum bicara warna atau template, siapkan bahan berikut:
- Profil singkat perusahaan, dua atau tiga paragraf: tahun berdiri, apa yang dikerjakan, untuk siapa.
- Daftar produk atau jasa, masing-masing dengan satu kalimat penjelasan.
- Alamat lengkap dan titik Google Maps yang sudah benar.
- Nomor WhatsApp yang benar-benar dibalas pada jam kerja.
- Logo resolusi tinggi, idealnya file asli dari desainernya.
- Sepuluh sampai dua puluh foto asli: kantor, gudang, tim, proses kerja, hasil proyek.
Foto asli jauh lebih meyakinkan daripada foto stok orang berjabat tangan. Kamera HP keluaran tiga tahun terakhir sudah cukup, asal diambil siang hari dan tidak miring.
2. Daftarkan domain atas nama perusahaan
Domain adalah alamat situs Anda, misalnya namaperusahaan.co.id. Domain .co.id sekitar Rp250β350 ribu per tahun dan butuh dokumen badan usaha seperti NIB. Domain .com sekitar Rp180β250 ribu dan bisa langsung didaftarkan. Siapa pun yang nanti mengerjakan situsnya, pastikan domain terdaftar memakai email perusahaan dan kata sandinya Anda pegang sendiri. Ini satu-satunya langkah yang menurut kami tidak boleh diserahkan sepenuhnya ke orang lain.
3. Pilih jalur pengerjaan
Ada tiga jalur yang realistis. Yang pertama memakai website builder, yaitu layanan online tempat Anda menyusun halaman dengan klik dan geser tanpa menulis kode.
Tiga jalur membuat website company profile
| Jalur | Biaya kira-kira | Waktu | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Bikin sendiri dengan website builder | Rp1β2 juta per tahun, dibayar terus selama situs aktif | 2β6 akhir pekan | Usaha perorangan yang isinya jarang berubah |
| Paket siap jalan dari vendor | Rp1,5β4,5 juta sekali, lalu perpanjangan domain dan hosting | 2β4 minggu | Sebagian besar UMKM, klinik, kontraktor, toko |
| Desain custom | Mulai Rp7,5 juta | 4β8 minggu | Perusahaan dengan banyak lini produk, dua bahasa, atau form yang terhubung ke sistem lain |
Kisaran pasar Jawa Timur 2026 untuk 3β8 halaman. Belum termasuk penulisan teks dan sesi foto profesional.
Bikin sendiri terlihat paling murah. Tapi biayanya dibayar dengan waktu Anda, dan langganannya jalan terus. Kalau Anda tidak menikmati urusan seperti ini, jalur paket biasanya lebih hemat dalam hitungan dua tahun. Contoh rincian isi tiap tingkatan bisa Anda lihat di halaman paket website kami, termasuk apa saja yang sudah dan belum termasuk.
4. Susun lima halaman inti
Hampir semua company profile cukup dengan lima halaman: Beranda, Tentang Kami, Produk atau Layanan, Portofolio atau Klien, dan Kontak. Blog atau halaman karier boleh menyusul setelah situs berjalan.
Beranda harus menjawab tiga hal dalam satu layar HP. Anda siapa, melayani apa, dan bagaimana cara menghubungi.
5. Tulis teks untuk pelanggan, bukan untuk atasan
Kalimat "kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik" tidak menjual apa pun, karena semua perusahaan menulisnya. Ganti dengan fakta: "Melayani 40 kontraktor di Sidoarjo dan Pasuruan sejak 2014", atau "Pengiriman ke Surabaya maksimal H+1". Satu angka yang jujur lebih dipercaya daripada satu paragraf janji.
6. Cek di HP sebelum diluncurkan
Sebagian besar pengunjung akan membuka situs Anda dari ponsel. Buka setiap halaman di HP Anda sendiri dan di HP karyawan yang lebih lama. Tekan tombol WhatsApp dan pastikan nomornya benar. Buka petanya. Isi form kontak, lalu cek apakah pesannya benar-benar masuk. Kedengarannya sepele, tapi tombol WhatsApp yang salah satu digit termasuk temuan paling sering saat kami memeriksa situs perusahaan.
7. Daftarkan ke Google
Situs baru tidak otomatis muncul di pencarian. Daftarkan ke Google Search Console, layanan gratis untuk memberi tahu Google bahwa situs Anda ada. Setelah itu buat atau klaim Profil Bisnis Google dengan alamat yang sama persis. Biasanya butuh beberapa hari sampai dua minggu sebelum nama perusahaan Anda muncul saat dicari.
Dua Hal yang Sering Terlupa
Pertama, biaya tahun kedua. Domain dan hosting untuk situs perusahaan sederhana umumnya Rp800 ribu sampai Rp2,5 juta per tahun. Tanyakan angkanya di awal.
Kedua, siapa yang memperbarui isinya. Situs yang terakhir diubah tiga tahun lalu, dengan nomor telepon lama dan foto tim yang separuhnya sudah resign, justru membuat calon pembeli ragu. Tunjuk satu orang di kantor untuk mengecek situs sebulan sekali, cukup 15 menit.
Menurut pengalaman kami, sebagian besar UMKM di Sidoarjo dan Surabaya tidak butuh desain custom di tahun pertama. Situs lima halaman yang rapi, cepat dibuka, dan isinya jujur sudah memenuhi kebutuhan utamanya: terlihat nyata saat dicari calon pelanggan. Dan paket standar juga punya batas. Distributor dengan ratusan produk berspesifikasi teknis, atau yang butuh katalog tersambung ke stok gudang, akan merasa sempit di bulan keenam. Untuk kasus seperti itu, membangunnya dengan benar dari awal lebih murah daripada membongkar ulang.
Jadi, kalau folder isi Anda sudah setengah jadi dan Anda ingin tahu jalur mana yang paling pas, jadwalkan konsultasi gratis lewat halaman layanan website Sidoarjo atau layanan website Surabaya. Bawa saja bahan yang sudah ada, walau belum rapi.
Apakah bisa bikin website company profile gratis?+
Berapa halaman yang ideal untuk company profile?+
Perlukah ada blog di website company profile?+
Konsultan IT yang membantu bisnis Indonesia memilih dan mengelola infrastruktur cloud, mengembangkan software, dan memastikan operasional IT berjalan lancar. Berbasis di Sidoarjo, melayani klien di seluruh Jawa Timur dan Indonesia.
Artikel Terkait

Cara Memilih Jasa Pembuatan Website: Checklist 9 Poin Sebelum Anda Transfer DP
Cara memilih jasa pembuatan website tanpa menyesal: 9 poin yang wajib dicek, isi penawaran yang benar, dan lima tanda bahaya yang sering terlewat.

Biaya Bikin Aplikasi Android untuk Bisnis: Kisaran Harga dan Apa yang Membuatnya Mahal
Biaya bikin aplikasi Android untuk bisnis umumnya Rp15β150 juta. Ini rincian tiap level, biaya tahunan yang sering terlupa, dan cara menyusun anggarannya.

Biaya Bikin Website di Sidoarjo 2026: Rincian Jujur Tiap Komponen, Bukan Jawaban "Tergantung"
Pertanyaan "berapa biaya bikin website?" hampir selalu dijawab "tergantung kebutuhan" β jawaban yang tidak membantu siapa pun yang sedang menyusun anggaran. Artikel ini menjawabnya pakai angka: enam komponen yang sebenarnya Anda bayar (domain, hosting, desain, pengembangan dan CMS, konten, maintenance), kisaran harga masing-masing di pasar Sidoarjo dan Surabaya, plus empat tier harga TAB yang dipasang terbuka sebagai pembanding yang bisa dicek siapa saja. Termasuk bagian yang hilang dari penawaran murah: biaya yang menagih lagi di tahun kedua, tiga pertanyaan yang harus diajukan sebelum tanda tangan, tanda bahaya dalam penawaran, perbandingan jujur antara bikin sendiri, freelancer, dan agensi, serta kalkulator untuk mengira-ngira anggaran Anda sendiri. Untuk pemilik UMKM dan bisnis di Sidoarjo, Surabaya, dan Jawa Timur yang ingin membandingkan penawaran dengan adil, bukan menebak.