Biaya & Harga

Biaya Pasang Jaringan Kantor: Rincian Per Titik, Perangkat, dan Contoh Hitungan

TAB
Tim Editorial TAB
Β·Β·4 menit baca
Kabel patch berwarna terpasang pada switch di dalam rack kantor, ilustrasi biaya pasang jaringan kantor

Biaya pasang jaringan kantor untuk 20 titik biasanya Rp18–30 juta sudah termasuk perangkat. Dihitung per titik, jasa tarik kabel dan terminasinya ada di Rp150.000–250.000. Kantor kecil dengan 5–10 meja yang masih cukup memakai router bawaan ISP dan satu access point bisa selesai di Rp4–9 juta. Rentangnya lebar, dan penyebabnya jarang merek kabel β€” hampir selalu soal apa yang vendor maksud dengan satu titik.

Dua penawaran untuk kantor yang sama bisa selisih tiga kali lipat hanya karena itu. Sebelum membandingkan angka, samakan dulu definisinya.

Apa yang dihitung sebagai satu titik

Satu titik artinya satu port di dinding yang siap dipakai: kabel ditarik dari rack ke meja, diterminasi di kedua ujung, dipasang faceplate, lalu dites. Sebagian vendor memasang tarif per titik untuk jasanya saja, sekitar Rp150.000–250.000, dan materialnya ditagih terpisah. Sebagian lain mengunci harga all-in di Rp300.000–450.000 per titik. Keduanya wajar. Yang tidak wajar adalah menaruh dua angka itu berdampingan di spreadsheet lalu memilih yang lebih murah.

Tanyakan satu kalimat ini ke setiap vendor: harga per titik itu sudah termasuk kabel, faceplate, dan pelindung kabel atau belum?

Biaya pasang jaringan kantor menurut ukuran kantor

Yang menaikkan biaya bukan jumlah karyawan, tapi jumlah lantai dan jenis plafon. Menarik kabel di plafon gypsum yang bisa dibuka itu cepat. Menembus beton, atau memasang ulang di ruko yang plafonnya sudah tertutup rapi, bisa menambah 30–40 persen di sisi jasa.

Kisaran biaya instalasi menurut ukuran kantor (Sidoarjo–Surabaya, September 2026)

Ukuran kantorLingkup yang wajarKisaran biayaLama kerja
5–10 titik, satu lantaiSwitch 8–16 port, satu access point, tanpa rackRp4–9 juta1–2 hari
15–25 titik, satu sampai dua lantaiRack 9U, patch panel, switch 24 port, 2–3 access pointRp18–30 juta3–5 hari
30–50 titik, dua sampai tiga lantaiBackbone fiber antar lantai, dua switch, 4–6 access point, UPSRp45–85 juta1–2 minggu
Di atas 60 titikRuang server terpisah, switch core dan access, VLAN, monitoringRp100 juta ke atas3 minggu ke atas

Angka di luar PPN, biaya survei, dan ongkos lembur. Harga perangkat mengikuti kurs, jadi cek ulang saat penawaran dibuat.

Angka di kolom terakhir mengasumsikan tim bisa bekerja penuh di jam kerja. Kalau instalasi harus dikerjakan setelah kantor tutup supaya operasional tidak terganggu, siapkan tambahan 20–30 persen untuk ongkos lembur.

Rincian material dan perangkat

Berikut harga satuan yang berlaku di pasar Sidoarjo dan Surabaya per September 2026. Semuanya untuk barang baru bergaransi, bukan bekas.

  • Kabel UTP Cat6: Rp6.000–10.000 per meter, satu roll 305 meter Rp1,8–3 juta
  • Faceplate dan keystone: Rp35.000–75.000 per titik
  • Conduit atau kabel tray: Rp15.000–50.000 per meter
  • Patch panel 24 port: Rp400.000–900.000
  • Rack wall-mount 9U: Rp1–2,5 juta
  • Switch: unmanaged 8–16 port Rp400.000–1,5 juta, managed 24 port Rp2,5–4 juta
  • Router atau gateway: Rp800.000–2,5 juta
  • Access point kelas bisnis: Rp1–2,5 juta per unit
  • Jasa tarik dan terminasi: Rp150.000–250.000 per titik

Dari daftar itu, yang paling mahal untuk diperbaiki belakangan adalah kabel dan jasa terminasinya. Mengganti switch cukup cabut-pasang lima menit. Mengganti kabel yang salah spesifikasi berarti membongkar plafon lagi dan membayar ongkos tarik dua kali. Sebaliknya, switch dan access point bisa dicicil: mulai dari yang sederhana, naik kelas saat jumlah meja bertambah.

Contoh hitungan: kantor 20 orang di Sidoarjo

Sebuah distributor di daerah Candi menempati ruko dua lantai. Dua puluh meja tersebar di lantai satu dan dua, ditambah gudang di belakang yang perlu sinyal untuk scanner stok. Ini rinciannya.

  1. Jasa tarik dan terminasi 20 titik, Rp200.000 per titik β€” Rp4.000.000
  2. Kabel UTP Cat6 dua roll, Rp2.100.000 per roll β€” Rp4.200.000
  3. Faceplate dan keystone 20 set, Rp55.000 per set β€” Rp1.100.000
  4. Conduit 120 meter, Rp25.000 per meter β€” Rp3.000.000
  5. Patch panel 24 port β€” Rp650.000
  6. Switch managed 24 port β€” Rp3.200.000
  7. Rack wall-mount 9U β€” Rp1.600.000
  8. Router atau gateway β€” Rp1.200.000
  9. Access point tiga unit, Rp1.600.000 per unit β€” Rp4.800.000
  10. Konfigurasi, pelabelan, dan dokumentasi β€” Rp1.500.000

Totalnya Rp25.250.000 sebelum PPN. Item nomor sepuluh yang paling sering dicoret klien, dan itu penghematan yang mahal: tanpa label dan denah kabel, teknisi berikutnya β€” siapa pun dia β€” mulai dari nol setiap kali ada port yang mati.

Biaya yang biasanya muncul belakangan
Pembobokan beton atau plafon lama yang tidak terlihat saat survei; kerja di luar jam operasional, biasanya tambah 20–30 persen; PPN 11 persen kalau vendornya sudah PKP; biaya survei Rp100.000–250.000 kalau Anda tidak jadi melanjutkan; dan penggantian merek kabel ke yang lebih murah saat barang datang. Minta merek dan tipe kabel ditulis di surat penawaran, bukan hanya "Cat6".

Kalau kantornya baru dan Anda belum tahu berapa titik yang sebenarnya dibutuhkan, denah ruangan dan jumlah meja sudah cukup untuk perkiraan awal. Survei lapangan baru perlu ketika penawaran mau dikunci, dan itu bagian dari pekerjaan pemasangan jaringan dan perangkat kantor yang umumnya selesai dalam satu kunjungan.

Yang layak dimahalkan, yang tidak

Menurut pengalaman kami, sebagian besar kantor di bawah 25 titik belum butuh switch managed di tahun pertama. Selisihnya sekitar Rp2 juta, dan fitur yang dibayar β€” VLAN, port mirroring, QoS β€” baru terasa gunanya kalau ada orang yang rutin memantau. Beli unmanaged yang bagus, geser selisihnya ke kualitas kabel dan jumlah access point.

Konsekuensinya jujur saja ada. Dengan switch unmanaged, wifi tamu tidak bisa dipisahkan dari lalu lintas internal, dan saat satu perangkat membanjiri trafik, mencari sumbernya berarti mencabut kabel satu per satu. Untuk kantor 15 orang itu merepotkan selama sepuluh menit. Untuk kantor 60 orang, itu alasan yang cukup untuk membayar di muka.

Satu hal yang sering terlewat di tahap perencanaan: kalau server aplikasi memang akan dipindah ke solusi cloud, kebutuhan rack dan UPS di kantor mengecil banyak, dan anggarannya bisa digeser ke kabel yang lebih baik. Untuk menimbang urutan pengerjaannya lebih dulu, diskusi perencanaan IT hampir selalu lebih murah daripada membongkar plafon dua kali.

Pertanyaan yang sering masuk

Berapa lama pemasangan untuk kantor 20 titik?+
Tiga sampai lima hari kerja kalau plafon bisa dibuka dan ruangan kosong. Hari pertama biasanya habis untuk menarik kabel, hari kedua terminasi dan pemasangan rack, sisanya konfigurasi dan pengujian per port. Kalau kantor tetap beroperasi selama pengerjaan, tambahkan satu sampai dua hari.
Cat6 atau Cat5e, mana yang cukup?+
Selisihnya sekitar Rp1.500–3.000 per meter, jadi untuk 500 meter bedanya di bawah Rp1,5 juta. Umur pakai instalasi kabel 7–10 tahun, sementara langganan internet naik kecepatan jauh lebih sering. Cat5e masih cukup kalau internet Anda di bawah 100 Mbps dan tidak ada transfer file besar antar komputer, tapi untuk kantor baru selisih segitu tidak sebanding dengan risiko menarik ulang.
Bisakah pakai wifi saja tanpa tarik kabel?+
Bisa, untuk kantor di bawah 10 orang dalam satu ruangan tanpa sekat tebal. Di atas itu wifi tetap butuh kabel, karena setiap access point harus ditarik kabel ke switch supaya dapat daya dan koneksi. Menambah access point tanpa kabel hanya memperbanyak sinyal yang saling tabrakan, bukan menambah kapasitas.
TAB
Tim Editorial TAB - CV Trengginas Alfath Berkarya

Konsultan IT yang membantu bisnis Indonesia memilih dan mengelola infrastruktur cloud, mengembangkan software, dan memastikan operasional IT berjalan lancar. Berbasis di Sidoarjo, melayani klien di seluruh Jawa Timur dan Indonesia.