Teknologi

Cara Cek Portofolio Vendor Website: Lima Pemeriksaan yang Bisa Anda Lakukan Sendiri

TAB
Tim Editorial TAB
4 menit baca
Tangan memegang kaca pembesar di atas papan ketik laptop, menggambarkan pemeriksaan portofolio vendor website satu per satu sebelum memilih

Cara cek portofolio vendor website yang paling cepat cuma satu kalimat: jangan lihat gambarnya, buka alamatnya. Tangkapan layar di halaman portofolio bisa berumur lima tahun, bisa desain yang tidak pernah naik, bisa juga karya orang lain. Yang tidak bisa dikarang adalah situs yang hidup di domainnya sendiri. Lima pemeriksaan di bawah ini semuanya gratis, tidak butuh akun, dan selesai dalam dua puluh menit.

Semua alat yang disebut di sini kami buka dan uji ulang pada 19 Oktober 2026. Tujuannya bukan menjatuhkan vendor β€” hampir semua vendor yang kami temui jujur. Tujuannya menyamakan cerita: apa yang diklaim di halaman portofolio dengan apa yang betul-betul ada di internet.

Ambil tiga proyek, bukan empat puluh

Halaman portofolio berisi empat puluh logo memang terlihat meyakinkan. Tapi memeriksa empat puluh proyek butuh dua hari, dan Anda tidak akan melakukannya.

Ambil tiga saja. Satu yang paling mirip dengan kebutuhan Anda, satu yang paling baru, satu yang paling lama. Yang pertama menunjukkan apakah mereka pernah mengerjakan hal serupa. Yang kedua menunjukkan kualitas mereka sekarang. Yang ketiga menunjukkan apakah hasil kerja mereka bertahan setelah ditinggal.

Mintalah alamat situsnya, bukan tangkapan layarnya. Vendor yang sama sekali tidak mau menyebut satu pun alamat sebenarnya sudah menjawab pertanyaan Anda.

Cara cek portofolio vendor website: lima pemeriksaan berurutan

Urutannya dari yang paling murah ke yang paling dalam. Kalau pemeriksaan pertama sudah gagal untuk ketiga sampel, sisanya tidak perlu dikerjakan.

  1. Buka alamatnya. Situsnya masih hidup, atau sudah berubah jadi halaman parkir yang menawarkan domain itu dijual? Satu domain mati belum berarti apa-apa β€” klien bisa berhenti membayar, usahanya bisa tutup. Tiga dari tiga mati itu pola.
  2. Cek umur domainnya di pandi.id/whois. Ketik nama domainnya di kolom pencarian lalu tekan Cari. Untuk domain .id, halaman itu menampilkan baris Dibuat, Terakhir Diperbarui, Tanggal Kadaluarsa, serta blok Sponsor Registrar berisi nama perusahaan yang mendaftarkannya. Kalau nama domainnya belum pernah didaftarkan, yang muncul tulisan Tidak Terdaftar.
  3. Lihat riwayatnya di web.archive.org. Tempel alamatnya di Wayback Machine dan Anda akan melihat kalender tahun-tahun ketika situs itu pernah direkam. Ini menjawab pertanyaan yang paling sering terlewat: desain yang dipamerkan vendor itu masih yang terpasang hari ini, atau sudah diganti orang lain dua tahun lalu?
  4. Buka kode sumbernya. Klik kanan di halaman tersebut, pilih View Page Source, lalu tekan Ctrl+F dan cari kata generator. Banyak situs menuliskan sendiri perangkat yang memasangnya di baris itu β€” saat kami mengujinya pada 19 Oktober 2026, satu situs rujukan mengembalikan baris meta bertuliskan WordPress beserta nomor versinya. Ini bukan soal bagus atau jelek. Ini soal apakah cerita harganya cocok dengan cara kerjanya.
  5. Ukur kecepatannya di ponsel lewat pagespeed.web.dev. Masukkan alamatnya, pilih Mobile. Angka yang paling layak Anda perhatikan namanya LCP: berapa detik sampai bagian terbesar halaman muncul. Patokan yang Google tulis sendiri adalah 2,5 detik atau kurang.

Tidak ada satu pun dari lima langkah itu yang menuntut akun berbayar atau pengetahuan teknis.

Satu arah saja
Umur domain bukan umur situs. Baris Dibuat pada hasil WHOIS menunjukkan kapan nama domain itu pertama kali didaftarkan, bukan kapan situsnya dibangun. Domain yang terdaftar sejak 2014 bisa saja baru dibuatkan tampilan baru tahun ini, dan itu normal. Pemeriksaan ini hanya berlaku satu arah: kalau domainnya baru dibuat SETELAH tanggal pengerjaan yang diklaim, klaimnya tidak mungkin benar. Kalau domainnya lebih tua, WHOIS tidak membuktikan apa pun dan riwayat Wayback Machine yang harus menjawab. Catatan tambahan: PANDI adalah pengelola nama domain .id, jadi formulir itu hanya menjawab untuk nama berakhiran .id. Diuji pada 19 Oktober 2026.

Dua hal yang tidak bisa dijawab alat apa pun

Pertama, siapa yang sebenarnya mengerjakan. Situs yang rapi bisa saja hasil kerja satu desainer yang sudah resign enam bulan lalu. Pertanyaannya sederhana dan hampir tidak pernah ditanyakan: siapa saja yang masuk di tim proyek itu, dan apakah orang-orang tersebut masih ada di sana sekarang?

Kedua, bagaimana proyeknya berjalan. Hasil akhir tidak menyimpan jejak revisi yang berputar-putar, tenggat yang mundur tiga bulan, atau pesan yang tidak dibalas selama dua minggu.

Untuk yang kedua hanya ada satu jalan, dan jalannya memang tidak nyaman: minta satu nomor kontak klien yang boleh Anda telepon. Bukan testimoni tertulis β€” testimoni ditulis oleh vendornya. Satu nomor telepon, satu percakapan lima menit.

Sambil menunggu, bandingkan dulu isi penawarannya daripada daftar fiturnya. Rincian ruang lingkup seperti yang kami pajang di halaman paket website berguna sebagai pembanding netral: Anda jadi tahu apa saja yang lazim masuk dan apa yang biasanya ditagih terpisah.

Portofolio tipis bukan masalah utamanya

Ini pendapat kami, dan tidak semua orang akan setuju. Portofolio yang isinya hanya tiga proyek bukan alasan untuk mundur. Tim yang baru dua tahun jalan ya memang punya tiga. Kalau ketiganya hidup, cepat dibuka, dan kliennya masih memakai, itu jauh lebih kuat daripada empat puluh logo yang separuh domainnya sudah mati.

Yang benar-benar perlu dihindari ada tiga, dan ketiganya terbaca dari lima pemeriksaan di atas.

  • Portofolio tanpa alamat. Hanya tangkapan layar, tidak ada satu pun tautan yang bisa diklik, dan tidak ada yang boleh disebut namanya.
  • Proyek yang tidak bisa dijelaskan. Vendor lupa bagian mana yang dia kerjakan, atau jawabannya berubah ketika Anda tanya ulang seminggu kemudian.
  • Lima proyek yang seragam. Struktur halaman, tipografi, dan susunan menu persis sama di semua contoh. Biasanya itu satu tema siap pakai yang dipasang ulang. Boleh saja, asal harganya bukan harga membangun dari nol.

Dan satu hal yang jujur harus disebut: pemeriksaan ini bisa tidak adil. Vendor yang bagus pun punya proyek yang mati karena kliennya tutup, pindah ke pihak lain, atau lupa memperpanjang domain. Yang menentukan bukan berapa banyak proyek yang gugur, tapi apakah vendornya sanggup menjelaskan nasib tiap proyek tanpa tersinggung.

Menurut pengalaman kami, vendor yang paling santai ditanya soal proyek yang gagal justru yang paling aman diajak kerja sama.

Lima pemeriksaan dan apa yang sebenarnya dijawab masing-masing

PemeriksaanYang dijawabYang tidak dijawab
Buka alamatnyaSitusnya masih hidup atau sudah matiKenapa mati
pandi.id/whoisKapan domain .id itu didaftarkan dan sampai kapan berlakuKapan situsnya dibangun
web.archive.orgTampilan yang dipamerkan masih terpasang atau sudah digantiSiapa yang menggantinya
View Page SourcePerangkat apa yang dipakai, lewat baris generatorBerapa banyak yang dikerjakan dari nol
pagespeed.web.devBerapa detik LCP-nya di ponsel hari iniApakah lambatnya warisan vendor atau klien

Setiap alat pada tabel ini dibuka dan diuji ulang pada 19 Oktober 2026. Semuanya gratis dan tidak meminta pendaftaran. Tidak ada satu pun yang bisa membuktikan siapa yang menulis kodenya β€” untuk itu Anda tetap harus bertanya.

Pertanyaan yang sering menyusul

Vendornya tidak mau menyebut nama klien karena perjanjian kerahasiaan. Wajar?+
Wajar untuk sebagian klien. Perusahaan terbuka, instansi, dan proyek internal memang sering terikat NDA, dan vendor yang melanggarnya justru patut Anda curigai. Yang tidak wajar adalah ketika alasan itu dipakai untuk seluruh daftar. Minta kompromi yang masuk akal: satu proyek saja yang boleh Anda buka alamatnya, meski bukan proyek terbesar mereka. Rekam jejak yang nyata selalu menyisakan setidaknya satu yang boleh ditunjukkan.
Portofolionya cuma tiga proyek. Terlalu sedikit untuk dipercaya?+
Tidak otomatis. Tiga proyek yang bisa Anda buka, masih hidup, dan masih dipakai kliennya lebih informatif daripada empat puluh logo tanpa tautan. Yang perlu Anda sesuaikan adalah ukuran pekerjaannya: tim dengan tiga proyek sebaiknya tidak langsung diberi proyek yang jauh lebih rumit dari ketiganya. Ambil yang skalanya mirip, lalu minta pembayaran bertahap yang mengikuti tahapan pekerjaan, bukan di muka seluruhnya.
Kalau domainnya jauh lebih tua dari tanggal pengerjaan yang diklaim, berarti vendornya berbohong?+
Tidak. Domain yang lebih tua dari tanggal pengerjaan itu hal biasa β€” klien bisa sudah memegang domainnya bertahun-tahun sebelum situsnya dibuat ulang. Pemeriksaan WHOIS hanya membantah satu hal, yaitu klaim pengerjaan yang tanggalnya mendahului pendaftaran domainnya. Untuk arah sebaliknya, Wayback Machine yang menjawab: kalau rekaman arsip menunjukkan tampilan yang dipamerkan baru muncul tahun lalu, berarti pengerjaannya tahun lalu, bukan 2019.

Kalau daftarnya sudah menyusut jadi dua atau tiga nama dan Anda ingin pendapat kedua sebelum tanda tangan, kirimkan saja alamat ketiga proyek itu β€” kami biasa membacanya bersama calon klien lewat jasa pembuatan website Surabaya atau lewat konsultan IT Sidoarjo, tanpa biaya dan tanpa kewajiban melanjutkan.

TAB
Tim Editorial TAB - CV Trengginas Alfath Berkarya

Konsultan IT yang membantu bisnis Indonesia memilih dan mengelola infrastruktur cloud, mengembangkan software, dan memastikan operasional IT berjalan lancar. Berbasis di Sidoarjo, melayani klien di seluruh Jawa Timur dan Indonesia.