Biaya Maintenance Website per Tahun: Rincian per Komponen dan Contoh Hitungannya

Biaya maintenance website per tahun untuk website perusahaan biasanya Rp1β6 juta. Angka terbawah itu hanya domain dan hosting, untuk website yang isinya Anda ubah sendiri. Angka teratas sudah mencakup pembaruan keamanan bulanan, backup, dan jatah perubahan isi oleh vendor. Toko online atau website dengan fitur login pelanggan lain cerita: siapkan Rp8β20 juta setahun. Selisih sebesar itu jarang soal vendor mahal atau murah. Yang menentukan adalah seberapa banyak pekerjaan yang benar-benar dilakukan tiap bulan.
Supaya angka tadi tidak terasa seperti kotak hitam, berikut isinya satu per satu.
Rincian Biaya Maintenance Website per Tahun
Tabel ini memakai harga pasar 2026 untuk website perusahaan skala UMKM sampai menengah di Jawa Timur. Kolom kanan untuk website yang menerima transaksi atau menyimpan data pelanggan.
Rincian biaya maintenance website per tahun, per komponen
| Komponen | Website company profile | Toko online atau ada login |
|---|---|---|
| Domain .com atau .co.id | Rp200β450 ribu | Rp200β450 ribu |
| Hosting | Rp600 ribuβ1,5 juta (hosting bisnis bersama) | Rp2β6 juta (VPS atau cloud) |
| Sertifikat SSL | Gratis, biasanya sudah ikut hosting | Gratis sampai Rp2 juta |
| Update CMS, plugin, dan backup | Rp1,5β3 juta (Rp125β250 ribu per bulan) | Rp4β9 juta |
| Lisensi tema atau plugin berbayar | Rp0β1 juta | Rp1β3 juta |
| Perubahan isi oleh vendor | Biasanya masuk paket, 2β4 jam per bulan | Rp1β3 juta |
| Total per tahun | Rp1β6 juta | Rp8β20 juta |
Di tahun pertama, domain dan hosting umumnya sudah termasuk dalam biaya pembuatan. Tagihan penuh baru terasa di tahun kedua.
Satu catatan soal domain. Alamat .co.id memang sedikit lebih mahal dan butuh dokumen legalitas seperti NIB saat pendaftaran. Justru karena itu, alamat tersebut tidak bisa didaftarkan sembarang orang atas nama perusahaan Anda. Bagi perusahaan yang namanya sering dicatut penipu, selisih dua ratus ribu setahun itu murah.
Contoh Hitungan: Distributor Bahan Bangunan di Sidoarjo
Ambil kasus yang cukup sering kami temui. Sebuah distributor bahan bangunan di Candi punya website company profile berbasis WordPress, 12 halaman, dengan katalog produk yang diubah kira-kira sebulan sekali. Admin kantornya bisa mengganti foto, tapi tidak berani menyentuh pembaruan plugin β dan itu keputusan yang benar.
- Domain .co.id: Rp350 ribu.
- Hosting bisnis dengan backup harian: Rp1,2 juta.
- Kontrak pemeliharaan Rp200 ribu per bulan, berisi update keamanan, backup mingguan ke lokasi terpisah, dan cek kecepatan: Rp2,4 juta.
- Lisensi plugin formulir dan galeri produk: Rp450 ribu.
- Cadangan untuk pekerjaan di luar jatah, misalnya halaman kategori produk baru: Rp600 ribu.
Totalnya Rp5 juta setahun, sekitar Rp420 ribu per bulan. Kalau terasa berat, pos yang paling aman dipangkas adalah cadangan pekerjaan tambahan, karena admin bisa belajar mengerjakan sebagian. Update dan backup jangan disentuh.
Yang Harus Tertulis di Kontrak Maintenance
Kata "maintenance" di penawaran vendor bisa berarti apa saja, mulai dari sekadar memperpanjang hosting sampai pengawasan 24 jam. Minta rinciannya tertulis. Minimal lima hal ini:
- Seberapa sering CMS dan plugin diperbarui. Bulanan sudah cukup untuk kebanyakan website perusahaan.
- Di mana backup disimpan dan berapa lama. Backup yang hanya ada di server yang sama tidak menolong kalau server itu yang bermasalah.
- Jatah perubahan isi per bulan, dan tarif per jam kalau jatah itu terlewati.
- Waktu tanggap saat website mati. Untuk company profile, satu hari kerja masih wajar; untuk toko online, hitungannya jam.
- Nama yang tercatat sebagai pemilik domain. Harus nama perusahaan Anda, bukan nama vendor atau karyawannya.
Dikerjakan Sendiri atau Diserahkan ke Vendor?
Menurut pengalaman kami, website company profile yang isinya jarang berubah tidak butuh kontrak maintenance mahal. Cukup hosting yang layak dengan backup otomatis, pembaruan plugin sebulan sekali oleh orang yang paham, dan satu staf yang memegang semua akses. Kontrak penuh baru masuk akal kalau website menerima pesanan, menyimpan data pelanggan, atau sudah jadi sumber utama permintaan penawaran.
Tapi mengerjakan sendiri punya harga yang tidak tercantum di tagihan. Pembaruan plugin tanpa backup kadang merusak tampilan, dan staf yang biasa mengurusnya bisa resign kapan saja. Perbaikan darurat setelah kejadian seperti itu sering lebih mahal dari kontrak setahun penuh.
Kalau website Anda belum dibuat dan Anda ingin tahu apa saja yang sudah ditanggung di tahun pertama, rinciannya ada di halaman paket website kami.
Untuk website yang sudah berjalan, kirim alamatnya lewat layanan website Sidoarjo atau layanan website Surabaya untuk konsultasi gratis. Dari situ bisa dihitung pos mana yang memang perlu dibayar dan mana yang cukup Anda kerjakan sendiri.
Apakah maintenance website wajib?+
Lebih hemat bayar maintenance bulanan atau tahunan?+
Kalau vendor maintenance diganti, apa yang harus diminta dari vendor lama?+
Konsultan IT yang membantu bisnis Indonesia memilih dan mengelola infrastruktur cloud, mengembangkan software, dan memastikan operasional IT berjalan lancar. Berbasis di Sidoarjo, melayani klien di seluruh Jawa Timur dan Indonesia.
Artikel Terkait

Tanda Website Perusahaan Perlu Diperbarui: 7 Hal yang Bisa Anda Cek Sendiri
Tujuh tanda website perusahaan perlu diperbarui yang bisa dicek sendiri dalam lima menit, plus kapan cukup diperbaiki dan kapan harus dibangun ulang.

Jasa Pembuatan Website Sidoarjo: Panduan Memilih Vendor yang Pas
Panduan memilih jasa pembuatan website Sidoarjo: harga wajar Rp1,5β12 juta, cara menilai vendor lokal, dan hal yang wajib dicek sebelum bayar DP.

Website Sendiri vs Marketplace untuk Bisnis: Kapan Harus Punya Toko Sendiri?
Website sendiri vs marketplace: potongan marketplace kini 8β15% per order. Cara menghitung kapan toko sendiri lebih untung, plus kisaran biayanya.